Uji Kompetensi Sertifikasi Tagana, Upaya Peningkatan Profesional dalam Penanggulangan Kebencanaan

LUMAJANG,fajarnasional.com – Berawal dari Uji Kompetensi Sertifikasi Tagana Tahun 2021. Harapan Kemensos RI melalui Bidang Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Tagana harus siap siaga dalam kebencanaan.

Tagana merupakan garda terdepan dalam kebencanaan.

Kegiatan Sertifikasi Uji Kompetensi Sertifikasi Tagana yang hari ini dilaksanakan secara Virtual ( Zoom ) Meeting dilaksanakan Oleh 3 Propinsi yaitu Jawa Timur dengan jumlah peserta 382 orang, D.I Yogyakarta dengan jumlah peserta 1 orang, dan Propinsi Lampung 75 orang.

Pemanggilan peserta Bimtek dan Uji Kompetensi Tagana dilakukan Selama dua hari yaitu hari Senin tanggal 10 Mei 2021 yang diikuti oleh 4 Propinsi diantaranya DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dilanjutkan hari kedua yaitu Jawa Timur, D.I Yogyakarta dan Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual dikarena adanya pandemi Covid 19. Sehingga kegiatan sertifikasi dan bimtek dilakukan secara virtual.

Disamping itu tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk meningkatkan peran aktif Tagana dalam penanggulangan kebencanaan, dengan mengulas lagi materi-materi tentang kebencanaan dan tata cara pengangkatan dalam kebencanaan.

Seperti yang disampaikan oleh Ibu Khofifah Indar parawansa Gubernur Jawa Timur. Dedikasi Tagana tidak bisa diragukan lagi, Tagana sudah hadir lebih dari 6 jam dalam penanggulangan kebencanaan, tahan tidak dibayar murni kerelawanan, Tagana tidak dari instansi terkait. Hal tersebut diucapkan saat usai pelaksanaan pemberian bantuan operasional dari Gubernur terkait operasional yang diperuntukkan untuk Tagana di 38 Kabupaten/Kota, yang tujuannya operasional tersebut digunakan untuk medan yang tidak bisa dijangkau oleh Mobil RTU atau Mobil DUL.

Maz Zuhri Sekretaris Tagana Kabupaten Lumajang menjelaskan harapan Kemensos RI dengan adanya Sertifikasi ini, Tagana yang berjumlah kurang lebih 37 ribu bisa terus berperan aktif dalam penanggulangan kebencanaan dimasing masing daerah.

“Kita semua harus bersinergi dan selalu kolaborasi dengan unsur terkait dengan demikian tujuan bersama untuk penggulangan kebencanaan bisa diantisipasi” Ujar Maz Zuhri(rel).

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *