Sertifikat Halal Vaksin, BPJPH : Telah Sesuai dengan Ketentuan Perundang-Undangan

JAKARTA, fajarnasional.com – Selasa, (12/1) kemarin, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menerbitkan sertifikat halal untuk vaksin Covid-19. Pihaknya menegaskan, daam penerbitannya sudah sesuai dengan prosedur ata cara sertifikasi halal yang berlaku.

Sukoso, Kepala BPJPH, mengatakan, penerbitan sertifikat halal tersebut merupakan wujud kepatuhan terhadap perundang-undangan. Hal ini ia ungkapkan saat penyerahan sertifikat halal vaksin Sinovac di Jakarta, Rabu (13/1).

Sertifikat halal tersebut bernomorkan ID00410000019421020. Dalam sertifikat tersebut mencakup tiga nama produk vaksin Covid-19 yaitu CoronaVac, Vaksin Covid-19, dan Cov2Bio.

Baca Juga : Antisipasi Penularan Covid-19, Begini Menurut Dokter!
Baca Juga: Tekan Peningkatan Penyebaran Covid-19, Pemerintah Terapkan PPKM di Jawa-Bali

“Sertifikat ini sudah mencakup tiga nama produk vaksin yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero),” jelas Sukoso.

Pihaknya, menegaskan, penerbitan sertifikat halal tersebut telah sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Lebih lanjut, pihaknya, mengaku, telah menerima permohonan sertifikasi sejak 14 Oktober yang lalu. Sementara Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) juga telah melakukan pengujian vaksin tersebut.

“LPPOM MUI selaku lembaga pemeriksa halal telah melakukan pemeriksaan dan atau pengujian sejak Oktober 2020 hingga Januari 2021,” jelasnya.

Baca Juga : Pisah Kenang Kapolres Lumajang, AKBP Eka Gantikan AKBP Deddy
Baca Juga : Gus Menteri Sebut Dana Desa Efektif Tangani Covid-19

Dari hasil pengujian itulah yang menjadi bahan pertimbangan dalam Sidang Fatwa MUI guna menetapkan kehalalan vaksin tersebut. Sehingga, 11 Januari kemarin, MUI mengeluarkan Fatwa Nomor 2 tahun 2021 tentang ketetapan kehalalan vaksin Sinovac.

Dalam fatwa tersebut, vaksin Covid-19 hukumnya suci dan halal serta boleh digunakan untuk umat Islam sepanjang terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten.

“Atas dasar fatwa tersebur, sehari kemudian BPJPH menerbitkan sertifikat halal vaksin Sinovac untuk Covid-19,” pungkas Kepala BPJPH itu. (Red/Ndy)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *