DPC GMNI Jember Gelar Diskusi Online Terkait RUU PKS

JEMBER, fajarnasional.com – Polemik penarikan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dari prolegnas prioritas 2020 masih hangat diperbincangkan. Padahal, kebutuhan hukum akan kekerasan seksual sangat dibutuhkan di Indonesia.

Dyno Suryandoni, ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jember, mengatakan, pihaknya berkomitmen terus mengawal RUU PKS supaya segera disahkan. Salah satunya melalui kegiatan Diskusi Online, Senin malam (3/8).

“Kehadiran RUU PKS menjadi jawaban atas masalah penanganan kasus kekerasan. Dimana RUU tersebut mencakup definisi kekerasan seksual secara luas hingga pemberian pidana,” ujar Bung Dyno, sapaan akrabnya, Senin (3/8).

DPC GMNI Jember, berharap, RUU PKS kembali dimasukkan dalam RUU prolegnas prioritas 2020. Mengingat, kasus kekerasan seksual masih kerap terjadi di Indonesia.

Kegiatan yang digagas oleh DPC GMNI Jember itu, diapresiasi Diah Pitaloka, yang juga merupakan anggota komisi VIII DPR RI. Diah, mengatakan, untuk mengesahkan RUU PKS perlu dukungan mahasiswa dan masyarakat Indonesia secara umum.

“Mahasiswa, khususnya GMNI harus turut aktif dalam membangun argumentasi yang mengedukasi terkait RUU PKS. Hal ini dilakukan supaya masyarakat faham dan tidak mudah terprovokasi dengan isu tidak subtantif, tepat dan objektif yang selama ini didengungkan oleh pihak-pihak yang menolak RUU tersebut,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Diah, menegaskan, jika dukungan dari masyarakat Indonesia kuat, dirinya berkomitmen RUU PKS akan masuk dalam prolegnas prioritas 2021.

Semantara itu, Bahrul Fuad, Komisioner Komnas Perempuan, mengatakan, RUU PKS sangat urgensi untuk segera disahkan. Pasalnya, dia menilai belum adanya norma hukum yang komprehensif dalam penghapusan kasus kekerasan seksual.

“Selama ini, payung hukum yang ada seperti KUHP, UU PKDRT dan UU perlindungan Anak belum mampu mengakomodir penanganan kekerasan seksual secara komprehensif,” paparnya. (NDY)

Bagikan

2 komentar pada “DPC GMNI Jember Gelar Diskusi Online Terkait RUU PKS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *